Sabtu, 19 November 2011

Sekedar Ide cerita

Livianingrum (Livia, Livi, Via)
Gadis manis berusia 19 tahun,feminin, smart, confident, dewasa. Anak sulung dari 2 bersaudara, lahir di Parepare 25 Juni 1992. Masa sekolahnya dilewatkan dibanyak daerah, SD di Riau, SMP pindah ke Makassar, SMA di Bandung , kuliah kembali di Parepare.

Andrian Risandy (Andry)
Cowok paling tajir sePGSD. Banyak digandrungi gadis-gadis, lumayan badung meskipun hatinya baik. Kallolo asli Parepare lahir 15 Maret 19 tahun yang lalu.

Tita Praditya (Tita)
Adik Livia, lahir di Batam, 18 Juni 1994. Meskipun begitu, Tita tinggal di Parepare sejak SD. Ia tidak pernah ikut pindah karena Tita memang lebih dekat dengan neneknya. Orangnya cuek dan keras hati.

Widyastira (Tiera)
Pacarnya Andry (19 tahun). Cantik, jutek, angkuh, benci setengah mati sama Livia. Asli Pinrang, lahir 5 Mei 1992.

Arifah Putri (Riefa)
Temen baiknya Tiera (19 tahun). Baik, agak dong-dong, gampang percaya, lalod. Dekat sama Tiera karena mereka berdua memang sahabatan sejak SMA, Riefa lahir di Pinrang, 27 Januari 1992.

Ichwan Ibrahim (Wawan)
Sahabatnya Andry (19 tahun). Sama-sama anak gaul, sama-sama punya ortu tajir adalah 2 kesamaan yang membuat Andry dan Wawan dekat. Wawan ini anaknya sebenernya baik, meskipun dia playboy dan tipikal mahasiswa apatis penganut hedonisme. Doi orang Parepare asli, lahir 3 November 1992.

Nurul Zahra (Bunda)
Bundanya Livia, usianya baru 38 tahun. Wanita karier yang bijaksana, tegar, dan sangat anggun. Sangat menyayangi Livia dan Tita. Single parent sejak ayah Livia kabur meninggalkannya 4 tahun silam.

__________________________________________________

Livianingrum, gadis pemalu yang baru pindah dari Bandung ke Parepare, pindah membawa luka karena merasa dikucilkan oleh teman-temannya tanpa ia tahu apa sebabnya. Di Parepare, ia melanjutkan kuliahnya yg sempat tertunda di PGSD. Sejak awal masuk kuliah, Livia, begitu ia kerap disapa, memang sudah teguh membentengi diri untuk tidak terlalu akrab bergaul dengan sesama mahasiswa. Terlebih perbedaan budaya antara Bandung dan Sulawesi yang begitu besar membuat Livia agak sulit untuk beradaptasi.
Di PGSD, Livia bertemu dengan Andry, sosok idola kampus yang digandrungi para wanita. Andry yang tergolong playboy berencana mendekati Livia sebagai bahan taruhannya dengan Wawan. Meskipun sulit, Andry akhirnya mampu mendekati Livia. Hal ini membuat Tiera marah besar, Tiera dan Riefa kemudian menyusun rencana untuk mempermalukan Livia. Mereka mulai menyelidiki kehidupan Livia, dan mendapati kenyataan yang mengejutkan, Livia ternyata mengidap AIDS. Karena dendam, Tiera kemudian menyebarkan berita itu dikampus sehingga Livia kembali dicemooh dan dipandang rendah oleh teman-temannya di kampus termasuk oleh Andry. Livia yang tidak yg tahu-menahu tentang penyakitnya ini merasa shock mendengar berita yang beredar di kampus. Walhasil Bunda dan Titalah yang kelimpungan menjelaskan duduk persoalannya pada Livia. Usut punya usut, ternyata penyakit AIDS yg diderita oleh Livia disebabkan oleh keteledoran seorang perawat yang menggunakan jarum suntik bekas pada Livia yang saat itu sedang dirawat di rumah sakit karena penyakit demam berdarah. Meskipun pada awalnya shock, Livia mencoba tabah, iapun kembali pada pribadinya yang dulu, menutup diri.
Andry yang pada akhirnya benar-benar jatuh cinta pada Livia memang pada awalnya menjauhi Livia. Namun pada akhirnya dengan berbekal info mengenai penderita AIDS, Andry akhirnya yakin bahwa penyakit yang diderita Livia bukanlah penyakit menular meskipun ia sadar umur Livia sangat singkat. Andrypun kembali mendekati Livia dengan bantuan Wawan, namun sikap Livia yang menutup diri dan sikap overprotective yang ditunjukkan Tita pada Livia menyulitkan mereka untuk berkomunikasi.  Andry mulai putus asa, namun Wawan menyemangatinya. Dengan sisa-sisa semangatnya Andry memutuskan untuk berbicara dengan ibu Livia. Bunda yang tahu cerita mereka berdua tersentuh mendengar pengakuan Andry.
Bundapun membujuk Livia untuk memaafkan Andry. Pendek cerita, Andry dan Livia kembali berbaikan. Hubunganpun kembali mereka bina, hari-hari Livia kini mulai ceria kembali. Hingga suatu hari Livia pergi tanpa mengabari Andry, ia seakan menghilang, begitupun dengan Bunda dan Tita. Andry terpuruk dan mulai mencoba melupakan Livia. Iapun kembali berpacaran dengan Tiera.
Hari-hari Andrypun kembali seperti biasanya, ia bahkan sudah tidak lagi memusingkan soal Livia. Sampai suatu hari Andry dikejutkan oleh kedatangan Tita yang mengabarkan kalau ternyata Livia sudah meninggal. Andry lalu diajak oleh Tita ke makam Livia, di sana Tita kemudian memberikan sebuah surat untuk Andry dari Livia. Surat yang ditulis Livia sebelum kematiannya, sebuah penjelasan mengapa ia pergi tanpa mengabari Andry sebelumnya, sebuah surat yang berisikan pengakuan Livia mengenai perasaannya, dan keinginan terakhir Livia untuk Andry.
The End....





Senin, 14 November 2011

Kenangan Masa Lalu

Just wanna share beberapa messge dari "pemilik nama yang enggan kusebut", entah ini dishare untuk apa...Aku mungkin cuman kurang kerjaan, atau cuma mau menambah koleksi postingan di blogku. However, just check it out....


07 Juli 2011 (09:31 AM)
U are the most sweet, kind, and respectful person ever, so far until this moment even we meet rarely...
thank you



26 Juli 2011 (06:17 PM)
Something abstract thats cant to tel. But to feel..
If it exist, so feel it.
If it none, so just ignore...




13 Agustus 2011 (04:17 PM)
Have you ever think,
wonderful "rainbow".
But why it seems like an inverse smile (sad) ?
Answer is cause it dissappointed that your smile's more sweet.
Dunno why the stars only appeared at night ?
Cause a fearness to be defeated by your gorgeus shiny charisma.




10 September 2011 (08:34 AM)
Suasana yang ada begitu menarik rasa, nuansa ini yang membisikkanku untuk menciptakan sebuah cita karya untukmu. Kucoba membuat lagu, tapi entah kenapa aku kehilangan keahlianku. Baiklah, kali ini kubuat puisi, tapi saya perhatikan sekali lagi kok isinya ngawur.
Ini mungkin rasa takut, bila raut wajah manis yang kukhayalkan tiba-tiba hilang dari pikiranku. Kutak bisa mengalahkan sebuah mahakarya sempurna.
Itu kamu.
Karena kamu adalah puisi paling puitis dan wujud lagu terbaik yang pernah tercipta.
Itu kamu.



hmm, entah aku harus merasa apa saat menulis untaian pesan itu lagi. Rangkaian kenangan manis melintasi memoriku, membuatku begitu ingin mengulang masa-masa indah itu. Tapi ketika kuingat pengkhianatan yang "dia" (yang namanya enggan kusebut) lakukan terbayang, aku bahkan punya seribu ide untuk membunuhnya. Aku benci disakiti walau takdir selalu menuntun dan membawaku pada lingkaran setan orang-orang yang selalu menyakiti hatiku. "Dia" (yang namanya enggan kusebut) hanya satu dari sekian lalat-lalat (baca : laki-laki, red.) busuk sisa sampah kehidupan yang beterbangan dalam lorong kehidupanku kemudian sekedar singgah menjejakkan kaki lantas pergi. Entah sudah berapa lalat yang datang dan pergi begitu saja dalam kehidupanku.Ingin kuusir, tapi aku bahkan tak punya daya untuk menolak pesona mereka.
Kalau boleh memohon, aku akan memohon untuk amnesia dan menghapus semua memori itu.

Kamis, 10 November 2011

C.51, antara kebersamaan dan persahabatan

Kalo dulu waktu SMA ada vaganza, di kampus yang kutempati sekarang aku ditahbiskan menjadi penghuni kelas C.51 #sekalipun sebenarnya tidak ada kelas yg real selama aku kuliah disini.
C.51 yang kutemui dikampusku yg aneh bin ajaib ini sebenernya hampir sama dengan Vaganza, BETI lah !! However, Vaganza still the best..hehehe
Back to the topic, C.51 secara resmi muncul pada September 2010 silam (tanggalnya lupa, :D). Pertama tau aku jadi penghuni C.51, lumayan senenglah secara nemu temen baru lagi. Meskipun sebenernya ada beberapa orang yang sudah kukenal duluan. Dan mungkin karena saking kurang kerjaannya, hal yang pertama kulakukan waktu harii pertama masuk kuliah adalah bikin list nama-nama orang yang pertama kali kuketahui (hahahaha). 
Hari berganti, semester satu terlalui tanpa banyak hal yang bisa diceritakan. Paling soal senior yang ikut di mata kuliah Pengantar Pendidikan, dan Agama doank. Tidak lupa soal perang debatku dengan kak Jusuf (senior yang ikut di mata kuliah Pengantar Pendidikan itu, dan insist kalo namanya harus pake J) sampe bikin aku hampir nangis saking marahnya :") dan kak Rijal (yang ikut dimata kuliah Agama) yang super karismatik saat diskusi (tapi sayang karismatiknya gag sampe bikin aku ngefans kuq, :p). Oh iya, hampir lupa...Sejak semester ! ini, aku udah mulai "having cold war" sama salah seorang classmate, namanya *st*. Gag tau yah knapa dia begitu sensi sama aku :( padahal aku kan anak yang TIDAK SOMBONG lagi RAJIN MENABUNG :D.
Di semester 2, yang paling membekas adalah kenangan saat ABK (Ajang Bakat dan Kreativitas) dikampus, semacam PORSENI saat di SMA. Waktu ABK, aku dan Muh. Rifsal a.k.a Ichal (KeTi sejak semester 2 sampai saat ini) serta Fadli Khalil a.k.a Palli' (KeTi Semester 1, mantan KeTi) ngewakilin C.51 untuk Lomba Debat antar kelas. Entah karena faktor luck atau kami memang berkompeten, atau justru kualitas peserta lain yang dibawah kami #bangga.com, kami berhasil maju hingga Final. Dibabak final, kami melawan Trio Asrama, tim debat kampus yang pernah menang di Ajang Debat seAjjatappareng. Dan dengan bangganya, kami mampu menahan imbang mereka (keq pertandingan bola :D) sampe-sampe ada tie break. Karena kami junior yang menghargai senoior (ceile !!!) kami KALAH. hahaha
Dan kekalahan itu juga yang membawa kami masuk dalam pusaran masalah dengan ASPURA Kampus, ckck. Begini ceritanya,
Alkisah, saking gag maunya dibilang kalah, dengan santainya kami melenggang keluar dari kelas dan masih sibuk teriak-teriak soal topik debat yang tadi, masalah sarana dan prasarana kampus yang kuran memadai "kelas yang jorok", "kipas angin tua yg udah gag layak", "asrama berkarat"lah, "WC lumutan"lah, deelel deh pokoknya (jiwa SMAnya emang belum luntur). Dan itu juga yang jadi biang masalah, ASPURA kampus yang notabene bukan orang Sulawesi Selatan agak sensi ngedenger kalimat "berkarat". Mereka yang sebagian besar orang SulTra mendengarnya "bakkara'" yang artinya ANJ**NG (maaf kalo salah), nah dari situlah masalah berkembang, mereka nyangkanya kami memperolok mereka. Cerita punya cerita kami yang gag mengerti duduk persoalannya lkayak apa masih saja dengan innocentnya ke kampus dengan hati riang. Pas acara seni dimulai, kami yang ikut drakom (drama komedi) tampil selebay-lebaynya (meskipun akhirnya gag dapet juara sama skali) . Baru setelah selesai, muncullah si ASPURA kampus itu dengan tubuh-tubuh sempoyongan, mata-mata merah nyalang, mulut bau alkohol, menghadang kami di belakang panggung. Yang paling parahnya, karena gag biasa liat orang bertengkar keq gitu, aku malah sibuk nelfon ngadu sama orang yang baru kukenal plus nangis pula. Menghadapi ASPURA yang marah banget itu, kami ditemani oleh anak himpunan yang kebetulan adalah panitia ABK. Mereka jadi semacam penengah. Aku sih gag tau ceritanya sampe ending karena aku keburu ditarik sama temanku (Maya dan Ardi) keluar, mungkin mereka kasihan liat aku ketakutan. Sampe dirumah, aku ditelfon sama salah seorang teman, namanya Haskar, dengan serunya dia cerita kalo pelariannya tadi BETI (lagi) sama kejadian G30SPKI yg mesti lewat pagar besi larinya. dengan perasaan takut campur geli kami ngobrol soal itu hampir setengah jam. Oh iya, Thank to HmI yang mau menampung Fadli dan Haskar saat itu. :)
Cerita kedua di almost penghujung Semester 2, i have a big trouble with anak C.51. Ceritanya begini,
Alkisah, pas mata kuliah Telaah Matematika, saat aku presentasi bahan tidak ada satupun yang memperhatikan. Aku yang sudah unmood plus capek, plus telinga pengang (bahasa pribadi) saking ributnya anak-anak di kelas, aku MELEDAK !!! Sampe lempar marker, hampir nangis. Setelah itu aku menarik diri dari pergaulan dengan C.51, aku lebih sering gabung sama anak C.53 yang kukenal, aku bahkan mencari cara untuk pindah ke C.53, sampe konsul ke PA. Ditambah lagi banyak angin lewat yg berbisik tentang bagaimana gencarnya anak C.51 bergosip tentang diriku (berasa artis, hahaha). Aku yah tambah marahlah. Jadilah, selama sisa semester aku  jadi semacam "hantu" kelas yang datang gag ada yang perhatiin dan sama sekali gag memperhatikan apa-apa. Dan entah kenapa aku melunak sendiri, haha ketidakkonsistenan diri.
Semester 3 hadir tanpa cerita baru (belum).

So, enough for this time.



First Photo

Ini foto-foto saat pengambilan gambar #tapi lupa scene berapa...
Kalo ada yang nanya tempatnya, ini di Perumnas deket LAPAS....


 Kak Eko, kak Cancii, dan kak Adhy saat pengambilan gambar
#sokninjaulokasigeetoohh

Sutradaraku yang baik hati dan tidak sombong tapi super narsis...
hahahaha
 Adegan kami bertiga... :)

Sok seriusnya !!!
#sokninjaulokasipartII


 

Testimoni pertama dink !!

Yeyy,,
new blog...
hahahahhaha...
:D :D

Ini masih bisa dibilang testimoni pertama gag ea ??? #sokmikirserius
Well, ini memang testimoni pertamaku di blog ini. Meskipun sebelumnya udah post entry duluan.
Anyway, niat bikin blog ini sebenernya udah ada sejak jaman baheula cuman karena kesibukan menggunung jadinya baru kesampaian deh blognya ^^...
Jadi, buat orang-orang yang mengenalku ataupun cuman numpang lewat baca postingan di Rii's Diary tolong kritik dan sarannya yahhh.
Ntar dipostingin deh kegiatan-kegiatanku yang seabreg...


Teruntuk Dirimu Pemilik Rasa Terindahku

 
Teruntuk dirimu pemilik rasa terindahku,

Sebenarnya untaian kata ini tak perlu kurangkai andai kau mau mengerti dan menerima apa yg kurasakan saat ini. Tanpa kuberitahupun harusnya kau bisa membacaku. Betapa rasaku padamu begitu suci dan tak terukur oleh apapun. Andai semua orang di dunia ini membenciku, satu-satunya orang yg kuharap tidak akan membenciku adalah DIRIMU !! Begitupun jika semua orang ditakdirkan membencimu, yakinlah AKU adalah orang yg tidak akan pernah pergi dari SISIMU !! Entah sudah berapa kali semua ini kutegaskan, entah urat maluku sudah seberapa hancur, tapi betapapun beratnya rasa ini kupikul KAU akan selalu ada di hatiku.  
Teruntukmu yg terukir abadi di hatiku, Namamu tidak akan pernah lekang oleh waktu, terukir indah di dalam lubuk hatiku. Selalu dapat tempat terindah di relung terdalam. Pemilik tempat teristimewa dan satu-satunya di hatiku. Meski terkadang aku malu dengan harapanku untuk memilikimu. Sometimes, terpapar perbedaan yg menjulang tinggi di antara kita. Aku jauh, sangat jauh, terlalu rendah untuk dibandingkan denganmu dan teman-temanmu. Meskipun aku akan tergesa-gesa menepis semua itu. 
Yah, aku tahu rasa itu membuatku jadi TIDAK TAHU MALU. MAAF, tapi bukan aku yg ingin seperti itu. HATIKU menang lagi, mengalahkan LOGIKAKU telak.  
Teruntukmu yg selalu hadir disetiap aktivitasku, Satu pintaku, jika kau tidak bisa menerima RASAku, anggap aku sebagai ADIKmu. Adik terkecil yg ingin dimanja, adik bontot yg selalu rindu dekapan hangatmu. Meskipun terkadang rasa itu menuntutku untuk memintamu melihatku sebagai seorang WANITA. 
Maka kumohon izinkan aku menyimpan rasa ini, izinkan aku menyimpannya hingga waktu berhenti berputar dan dunia kehilangan semangatnya. Let me keep this feeling TILL THE END of TIME !!!  
Teruntukmu yg selalu setia menghuni hatiku, I LOVE U ! ! ! Dengan cinta yg selalu mewarnai kisah Romeo - Juliet, Qaiz - Laila, Syekh Jahan - Mumtaz Mahal, Mark Anthony - Cleopatra.. Cinta yg sama yg kini mewarnai kehidupanKU..